Pramono mengatakan Jokowi hanya menyinggung isu utama dalam pidatonya kemarin. Menurutnya, isu utama pemerintahan Jokowi dalam lima tahun ke depan adalah pembangunan sumber daya manusia (SDM).
"Beliau menekankan yang utama berkaitan dengan human resources atau human capital (pembangunan SDM). Jadi memang penekanan pada pidato presiden kali ini adalah di sana (pembangunan SDM), bukannya persoalan mengenai HAM," kata Pramono usai upacara HUT ke-74 RI di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Sabtu (17/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Pramono, jika Indonesia ingin keluar dari negara menengah menjadi negara maju, maka persoalan pembangunan SDM menjadi utama. Ia menyebut pemerintahan Jokowi dalam lima tahun ke depan ingin mencetak manusia yang unggul.
"Dan juga terutama di pariwisata, tenaga kerja yang terampil. Jadi ini bukan berkaitan dengan vokasi, tapi kualitas yang diutamakan untuk meningkatkan human capital," tuturnya.
Sebelumnya, Jokowi menyatakan pentingnya perbaikan kinerja para penegak hukum dan HAM termasuk pemberantasan korupsi. Hal ini disampaikan Jokowi dalam pidato kenegaraan di Sidang Bersama DPD dan DPR, Jumat (16/8). Namun, Jokowi tak banyak menyinggung soal kasus HAM.
"Ukuran kinerja para penegak hukum dan HAM harus diubah termasuk kinerja pemberantasan korupsi. Penegakan hukum yang keras harus didukung. Penegakan HAM yang tegas harus diapresiasi," ujar Jokowi.
Menurut Jokowi, keberhasilan para penegak hukum bukan hanya diukur dari jumlah kasus yang diangkat maupun jumlah orang yang dipenjarakan. Namun juga dari potensi pelanggaran HAM dan kerugian negara yang bisa diselamatkan.
"Jadi harus juga diukur dari berapa potensi pelanggaran hukum dan pelanggaran HAM bisa dicegah, berapa potensi kerugian negara yang bisa diselamatkan. Ini perlu kita garis bawahi," katanya.
[Gambas:Video CNN] (fra/pmg)