Laporan jurnalis Transmedia di Papua, Albert Matatula mengatakan ribuan massa dan para mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di Jayapura bergabung dengan masyarakat.
Massa yang bergerak dari lingkar Abepura dikawal aparat kepolisian dengan kendaraan lengkap sehingga toko yang mereka lalui di sekitar jalan masih aman. Sementara itu beberapa sekolah di Jayapura memilih memulangkan siswa lebih awal. Aksi massa menutup akses ke sekolah mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Agar mahasiswa yang berkuliah di Surabaya mendapat jaminan keamanan dari pemerintah ataupun aparat," laporan Albert.
Lihat juga:Manokwari Rusuh, Pegawai Hotel Diliburkan |
Aksi protes berujung blokade dan pembakaran di Papua diduga buntut insiden di Jawa Timur 15 Agustus 2019. Di Surabaya, sebanyak 43 mahasiswa Papua dibawa ke Markas Kepolisian Resor Kota Besar (Mapolrestabes) Surabaya. Mereka diangkut paksa oleh sejumlah aparat kepolisian dari asrama yang mereka tempati di Jalan Kalasan, Surabaya. Namun kini mereka telah dipulangkan.
Video penangkapan itu viral di media sosial dan diduga memicu kemarahan warga Papua.
[Gambas:Video CNN] (mjo/ain)