Salah seorang warga Manokwari, Edi Hartanto mengatakan sejumlah rumah warga terbakar, begitu pula dengan kios di sekitarnya. Sementara beberapa konter atau gerai dijarah, salah satunya di Jalan Merdeka, Manokwari.
"Beberapa rumah warga dan kios terbakar," kata Edi kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, massa meluapkan kekecewaan dalam kerusuhan tersebut. Beberapa gerobak pedagang kaki lima ikut dirusak, termasuk lapak para pendatang. Banyak pemilik usaha menutup toko mereka, meskipun tak ada razia selama aksi.
Aksi berujung kerusuhan di Manokwari merespons insiden di Asrama Papua, Surabaya. Sebanyak 43 orang sempat ditangkap oleh aparat kepolisian, meskipun saat ini mereka telah dibebaskan. Sejumlah ormas ikut terlibat dalam insiden tersebut.
Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengakui kerusuhan di Manokwari dipicu insiden penyerangan dan pengepungan asrama mahasiswa Papua di Surabaya, serta peristiwa di Malang, Jawa Timur.
"Kita sudah tahu bahwa hari ini ada kejadian di Manokwari. Ada aksi anarkis dan juga ada pemukulan massa. Ini dipicu karena kejadian di Jatim khususnya di Surabaya dan Malamg. Ini tentu kita sesalkan," kata Tito, saat ditemui RS Bhayangkara, Surabaya, Senin (19/8).
Situasi Manokwari memanas pada Senin (19/8) pagi, usai mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa. Aksi juga disertai pembakaran gedung DPR dan MRP Papua Barat. Selain Manokwari, aksi juga digelar di sejumlah kota seperti Jayapura.
[Gambas:Video CNN] (pmg)