Ketua IKBPS Piter Frans Rumaseb mengatakan, mereka dalam kondisi aman di Surabaya. Karena itu Piter berharap keluarga di Papua bisa menahan diri.
"Kami berharap mama dong semua di Papua, papa dong semua di Papua, saudara-saudara kita di Papua, bahwa kita di Surabaya aman. Anak-anak kuliah di sini aman, tidak ada masalah. Tidak usah khawatir, tidak usah khawatir yang berlebihan," kata Piter di Surabaya, Senin (19/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Telah dipulangkan dengan baik, kami melakukan pendampingan sampai dengan kembali ke asrama," kataPiter.
Piter membantah isu pengusiran mahasiswa dari Surabaya. Ia menegaskan itu kabar bohong.
"Kami berharap keluarga saudara yang ada di Papua, jangan cepat terprovokasi dengan informasi yang muncul di media sosial," ujarnya.
Saat ini di Papua ada sekitar 1.000 warga Papua baik yang kuliah maupun yang bekerja. Untuk mahasiswa, mereka tergabung dalam 27 koordinator wilayah (korwil) yang tersebar di wilayah Surabaya Timur hingga Surabaya Barat.
Piter menambahkan, bahwa 43 mahasiswa Papua yang sempat diamankan di Mapolrestabes Surabaya untuk pemeriksaan dugaan pengrusakan bendera, pada Sabtu (17/8), juga telah dipulangkan ke asrama mereka di Jalan Kalasan Surabaya.
Sementara itu pantauan CNNIndonesia.com, Asrama Mahasiswa Papua, di jalan Kalasan Surabaya, nampak lengang. Situasi sekitar juga nampak kondusif. Mahasiswa nampak beraktivitas seperti biasa, meski menolak permintaan wawancara dengan media.
[Gambas:Video CNN] (sur/frd/sur)