Luki mengatakan saat ini pihaknya tengah mendalami dugaan aksi dan makian bernada rasial yang terekam dalam video viral di media sosial tersebut. Ia pun telah mengkomunikasikan hal ini kepada instansi oknum terkait.
Lebih lanjut, kata Luki, saat ini juga ada sejumlah saksi yang telah dimintai keterangan oleh kepolisian terkait dugaan rasial itu. Begitu juga dugaan perusakan bendera di depan Asrama Mahasiswa Papua, Jalan Kalasan, Surabaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soal dugaan perusakan bendera, pihaknya juga telah memeriksa 43 mahasiswa Papua saat pengamanan di Mapolrestabes Surabaya beberapa waktu lalu. Namun diketahui hingga kini belum ada pihak yang ditetapkan tersangka dalam perkara tersebut.
Sebelumnya, viral sebuah video yang merekam beberapa orang berseragam loreng dan lainnya pakaian bebas marah. Dalam video itu, oknum aparat dan anggota ormas memaki dengan sebutan binatang kepada orang yang berada di dalam Asrama Mahasiswa Papua di Surabaya, Jumat (16/8) lalu.
Video itu diduga memicu kerusuhan di sejumlah kota di Papua, seperti Manokwari, Jayapura, Sorong, bahkan meluas hingga Makassar.
[Gambas:Video CNN] (frd/pmg)