Isu pemekaran dua wilayah itu santer terdengar usai pernyataan Wali Kota Bogor Bima Arya yang sedang mengkaji pembentukan provinsi baru.
Plt Dirjen Otonomi Daerah Akmal Malik mengatakan pemekaran dua wilayah tersebut baru wacana yang beredar di publik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tidak bisa menghalangi orang lain berwacana," ujar dia.
Bima Arya menyebut hal ini dilakukan untuk memangkas jenjang birokrasi. Hasil kajian, kata dia, rencananya akan dikeluarkan pada akhir tahun ini.
Selain Provinsi Bogor Raya, beberapa waktu kemudian Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi membuat wacana penyatuan Bekasi dengan DKI Jakarta. Bekasi disebut siap menjadi Jakarta Tenggara. Selain itu, Rahmat Effendi mengklaim hingga 80 persen warga Bekasi setuju masuk Jakarta.
Menanggapi hal itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyerahkan keputusan pemekaran Jakarta Tenggara ke pemerintah pusat.
"Kita adalah sebuah negara kesatuan. Pembagian wilayah adalah wewenang dari pemerintah pusat. Jadi secara prinsip Pemprov DKI akan memang harus mentaati keputusan pemerintah pusat," ujar Anies di DPRD DKI Jakarta, Senin (19/8).
[Gambas:Video CNN] (dhf/kid)