Hal ini merespons video yang merekam sejumlah oknum berseragam TNI di depan Asrama Papua. Dalam video itu tampak lima orang berseragam loreng meminta orang yang berada di asrama segera keluar. Makian terdengar dalam video tersebut, namun sumber suara tidak diketahui jelas.
Video makian tersebut viral di media sosial dan memicu kemarahan warga Papua di sejumlah kota pada Senin (19/8). Aksi protes berujung kerusuhan pecah di Manokwari, Jayapura, Sorong, bahkan meluas ke Makassar. Mereka memprotes aksi rasial yang dianggap menghina warga Papua.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Perlu kami sesalkan ada makian seperti itu, ada kata-kata seperti itu. Pihak yang berwenang mungkin akan menindaklanjuti, siapa yang bertindak seperti itu," kata Imam kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Selasa (20/8).
"Perlu kami cek lagi, apakah itu betul seragam TNI. Banyak juga ormas yang mirip seragam kami," ujarnya.
"Kalau anggota TNI, akan kami cek dari kesatuan mana dan pasti ditindaklanjuti prosesnya sesuai ketentuan," ujarnya.
Sejumlah orang keluar dan mengangkat tangan di Asrama Mahasiswa Papua, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (17/8). (ANTARA FOTO/Didik Suhartono) |
"Saya pikir kurang tepat [TNI di Asrama Papua]. Sebenarnya saat itu ada pihak lain, Satpol PP atau kepolisian," katanya.
Dia mengatakan pihak TNI telah berkoordinasi dengan kepolisian. Menurutnya, koordinasi di lapangan dilakukan antara Kodim dan Polres setempat.
Sebelumnya, Polda Jawa Timur menyatakan akan menyelidiki dugaan aksi rasial berupa makian terhadap mahasiswa Papua di Kota Surabaya. Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menyatakan pihaknya menjalin komunikasi dengan instansi terkait dalam kasus ini.
"Ini kami lagi selidiki dan sudah kami komunikasikan berita-berita ini. Kita ada pihak-pihak yang memang akan komunikasikan dengan instansi terkait," kata Luki saat ditemui usai bertemu dengan tokoh Papua di Surabaya, Senin (19/7) malam.
[Gambas:Video CNN] (pmg/ugo)
