Novi mulanya diberikan empat jenis obat. Salah satu jenis obat ternyata telah habis masa berlakunya alias kedaluwarsa.
Namun, Novi telat mengetahui hal itu. Dia sudah cukup banyak mengonsumsi obat yang telah kedaluwarsa tersebut. Akibatnya, dia merasa sakit perut dan sakit kepala.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepala Puskesmas Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, Agus Ariyanto mengakui ada kelalaian pegawai sehingga obat yang semestinya tidak diberikan ke pasien, tetap diberikan.
"SOP (standar operasional prosedur) nya itu sudah dijalankan. Namun, saat hari itu saja, kemungkinan petugas kami kelalaiannya hari itu saja," ucap Agus.
Salah satunya, puskesmas Kamal Muara akan terus mendampingi Novi secara rutin hingga proses persalinan selesai. Selain itu, Puskesmas Kamal Muara juga akan membantu pembuatan keanggotaan BPJS Kesehatan untuk Novi.
Meski begitu, proses hukum tetap berjalan. Keluarga Novi tidak mencabut laporan yang telah diajukan ke Polsek Metro Penjaringan.
Sementara itu, Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara bakal meminta pertanggungjawaban Puskesmas Kecamatan Penjaringan atas kelalaian yang terjadi di Puskesmas Kelurahan Kamal Muara. Mengenai sanksi terhadap petugas yang lalai, bakal diberikan sesuai dengan pertimbangan Puskesmas Kecamatan Penjaringan.
[Gambas:Video CNN] (bmw/sur)