Diketahui, massa aksi protes sempat membakar gedung DPRD Papua Barat, sejumlah bangunan, serta beberapa mobil.
Hendrik mengatakan bahwa masyarakat Papua cinta damai. Namun akibat hasutan kelompok radikal, masyarakat setempat jadi melakukan perusakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh sebab itu, Hendrik meminta seluruh tokoh, khususnya tokoh Papua untuk turun tangan mencegah perpecahan di Papua. Dia berharap tokoh-tokoh masyarakat setempat tidak tinggal diam.
Ia menentang keras aksi unjuk rasa yang berujung perusakan. Dia pun menentang jika aksi dilakukan untuk menyuarakan kemerdekaan atau memisahkan Papua dari Indonesia.
"Saya tekankan bahwa Papua adalah kita, kita adalah Papua. Papua adalah Indonesia," tegasnya.
Sebelumnya, situasi di beberapa daerah di Provinsi Papua dan Papua Barat memanas sejak Senin (19/8). Warga setempat menggelar aksi protes dengan turun ke jalan.
Sejumlah bangunan juga dirusak. Beberapa mobil pun dibakar.
Massa masih memblokade sejumlah jalan. Aparat kepolisian juga telah menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa.
Situasi yang memanas di sejumlah daerah merupakan buntut peristiwa yang terjadi di Surabaya dan Malang, Jawa Timur pada Jumat lalu (16/8).
Asrama mahasiswa Papua di Jalan Kalasan, Surabaya dikepung oleh berbagai elemen masyarakat yang menduga ada perusakan bendera merah putih. Puluhan mahasiswa lalu diamankan aparat untuk dimintai keterangan. Tak lama kemudian, mereka dipulangkan kembali.
[Gambas:Video CNN] (bmw/dhf/sur)