Cak Imin mengatakan ada wacana yang berkembang terkait meniadakan jabatan sekjen. Sebagai gantinya, akan ada posisi direktur eksekutif PKB.
"Ada aspirasi tidak ada sekjen. Yang ada direktur eksekutif. Aspirasi perubahannya di situ. Jadi sekjen selama ini kan politis yah. Karena politis, nanti politisnya diambil alih ketua umum," kata Cak Imin di arena Muktamar, Nusa Dua Bali, Rabu (21/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Guna menggantikan tugas sekjen, Cak Imin mengatakan akan mengadakan jabatan baru, yakni wakil ketua umum. Ia menyebut waketum akan didesain menjadi jabatan politik lapis kedua di PKB di bawah ketua umum.
"Sangat penting karena istilahnya partai ini butuh kecepatan, butuh yang paling lemah dari partai ini karena semua struktur itu politis. Kadang kala harus dibutuhkan konsolidasi waktu," kata Cak Imin.
Sebelumnya, Cak Imin kembali dipilih menjadi Ketua Umum PKB untuk periode 2019-2024. Dia dipilih secara aklamasi melalui Sidang Muktamar ke-V di Nusa Dua, Bali. Sidang dihelat pada Selasa (21/8).
Hanif sendiri merupakan Menteri Ketenagakerjaan yang juga sekjen PKB saat ini. Sementara Jazilul Fawaid saat ini adalah Ketua DPP PKB yang juga anggota DPR Komisi III.
Faisol Reza merupakan wakil sekjen PKB. Dia sempat menjadi staf khusus Cak Imin saat menjabat sebagai Menteri Ketenagakerjaan di era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Ada beberapa aspirasi, ada yang mempertahankan Pak Hanif, ada yang memunculkan nama baru, ada Pak Jazilul, ada Faisol Reza, ada Pak Huda," kata dia.
[Gambas:Video CNN] (bmw/rzr)