Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal mengatakan dugaan tersebut lantaran aksi yang dilakukan massa berjumlah sekitar 800 hingga seribu orang itu awalnya berjalan damai. Bahkan, doa untuk menutup aksi juga telah dilakukan.
Namun jelang doa selesai, justru terjadi pelemparan batu ke arah pintu masuk Gedung DPRD. Situasi tegang sempat terjadi kurang lebih 30 menit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kamal mengatakan pihaknya masih menyelidiki lebih jauh soal kemungkinan aksi itu sudah disusupi. Mengingat aksi sebelumnya berjalan lancar, namun tiba-tiba ricuh.
"Jadi awal kita negosiasi, disepakati oleh korlap-korlap di sana, kan jumlah sekitar tujuh ratus sampai seribu ini kan bukan jumlah yang kecil, tentu ini yang kita sayangkan," tuturnya.
Meski demikian, kata Kamal, kondisi di Timika sudah kondusif.
Sebelumnya sejumlah aksi terjadi di beberapa lokasi di Papua seperti Merauke, Nabire, Biak, dan Biafen. Namun saat ini polisi menyebut situasi sudah berlangsung kondusif.
[Gambas:Video CNN] (gst/osc)