Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal menjelaskan kericuhan tersebut bermula dari aksi damai warga dan mahasiswa di Timika Indah, sekitar pukul 09.00 WIT.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Maka dia meminta kepada seluruh aparat di Jawa untuk melakukan hal yang wajar. Mereka anggap warga masyarakat yang di Papua baik yang dari Jawa, Sumatera, dan Sulawesi dianggap keluarga besar tapi kenapa diperlakukan berbeda, itu yang jadi catatan bagi massa yang tadi aksi," ucapnya.
Setelah doa selesai, Kamal menyebut terjadi pelemparan batu. Kelompok massa yang anarkistis kemudian dibubarkan peserta aksi lainnya.
"Pas jelang akhir itu, doa selesai, terjadi pelemparan pintu masuk kantor DPRD kemudian dilerai, disusul lagi pelemparan pos penjagaan kantor DPRD. Massa yang cenderung anarkis dibubarkan oleh rekan-rekan," tuturnya.
Dia menjelaskan beberapa peserta aksi juga sempat berlarian ke gang-gang kecil yang ada di sekitar gedung DPRD. Situasi kini sudah berangsur kondusif. Namun, pihaknya belum dapat memastikan soal keberadaan korban.
Akibat kerusuhan itu, lanjutnya, kendaraan yang ada di sekitar Gedung DPRD dan di depan Hotel Moses rusak.
[Gambas:Video CNN] (gst/arh)