"Karena itu di seluruh, tidak hanya Jakarta, saya rasa siapapun sudah harus lebih hemat dalam penggunaan air. Apapun kegiatan kita, sebisa mungkin lebih hemat dalam penggunaan air," kata Anies di DPRD DKI Jakarta, Kamis (22/8).
Anies juga berpesan agar warga bisa menggunakan saluran air secara bijak. Dia menyarankan itu karena air yang telah digunakan akan menuju ke hilir dan dikelola kembali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nanti kalau sudah ingub-nya selesai kita akan umumkan terkait dengan langkah yang akan dilakukan dengan Pemprov untuk mengantisipasi kemarau panjang di wilayah Jakarta," ucapnya.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa musim kemarau tahun ini akan berlangsung hingga Oktober atau November mendatang. Hujan diperkirakan baru akan turun pada akhir November atau awal Desember.
Hal itu diutarakan Kepala Subbidang Analisa dan Informasi Iklim BMKG Adi Ripaldi dalam konferensi pers kantor Aksi Cepat Tanggap (ACT) Jakarta, Selasa (20/8). Dia menyebut 92 persen wilayah Indonesia mengalami kemarau.
"Berdasarkan pantauan BMKG hingga Awal Agustus 2019, beberapa wilayah sudah mengalami kekeringan meteorologi level ekstrem dimana tercatat ada daerah yang sudah lebih dari 60 hari tidak ada hujan, bahkan lebih dari 90 hari tidak ada hujan," kata Adi seperti dikutip dari Antara, Rabu (21/8).
"Kondisi ini tentu akan memiliki dampak lanjutan terhadap kekeringan pertanian dan kekurangan air bersih masyarakat. Selain itu, ancaman gagal panen bagi wilayah-wilayah pertanian tadah hujan semakin tinggi," lanjutnya.
[Gambas:Video CNN] (bmw/ctr)