"Baiknya bagaimana ya? Kenapa pada ingin gabung? Kita [mau] maju bersama ya kita?" kata Anies di DPRD DKI Jakarta, Kamis (22/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bahkan kami juga di Jakarta ketika menentukan upah sektoral, itu melihat kesamaan antar wilayah untuk membuat sektor-sektor itu memiliki upaya yang sama," jelas Anies.
Wali Kota Rahmat Effendi lebih memilih gabung Jakarta ketimbang Bogor. (CNN Indonesia/Gloria Safira Taylor) |
"Saya selalu sampaikan kita ini adalah sama-sama penyelenggara negara, hanya dalam administrasi pemerintahan dibagi dengan nama berbeda. Satu namanya provinsi Banten, satu di DKI, dan provinsi Jawa Barat," jelas dia.
Karena itu, menurut Anies, daerah di pinggir Jakarta harusnya tidak merasakan perbedaan, namun merasakan pembangunan yang sama dan merata.
Anies pun menegaskan bahwa bergabungnya Bekasi dan Depok adalah hak dari pemerintah pusat. Pihaknya tak dalam posisi menerima atau menolak. DKI hanya menjalankan instruksi dari pemerintah pusat.
"Apabila pemerintah pusat memutuskan ada perubahan dalam pembagian tata pemerintahan, kami akan taat. Apabila pemerintah pusat merasa ini tetap seperti sekarang, kami juga taat," jelas dia.
Wali Kota Depok Idris Abdul Somad (kedua kiri) pun mengaku ingin gabung Jakarta karena banyak warganya bekerja di ibu kota. (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso) |
Sebelumnya diberitakan Wali Kota Bogor Bima Arya sempat mengusulkan Provinsi Bogor dengan Bekasi sebagai salah satu wilayah nya. Namun, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengaku lebih memilih bergabung ke Jakarta.
Menurutnya, dari segi kultural Depok dan Jakarta banyak memiliki kesamaan dari kebudayaan Betawi. Selain itu ia mengatakan hampir setengah lebih warga Depok hilir mudik ke Jakarta setiap harinya untuk bekerja.
[Gambas:Video CNN] (ctr/arh)
Wali Kota Rahmat Effendi lebih memilih gabung Jakarta ketimbang Bogor. (
Wali Kota Depok Idris Abdul Somad (kedua kiri) pun mengaku ingin gabung Jakarta karena banyak warganya bekerja di ibu kota. (