Dilansir dari Antara, Kapolda Papua Barat Brigadir Jenderal Herry Rudolf Nahak mengatakan tiga orang tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka berinisial MA dan DA sebagai pelaku penjarahan, sementara satu tersangka berinisial MI merupakan pelaku pembakaran bendera.
"Hari ini kami sudah mengamankan tiga pelaku warga Manokwari, dua orang tersangka penjarahan ATM di depan kantor Majelis Rakyat Papua (MRP). Ada ATM yang dirusak, diambil isinya, lalu dibakar," ujar Herry di Manokwari, Jumat (23/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sesuai perintah Presiden Joko Widodo, Menkopolhukam Wiranto, dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Herry memastikan pihaknya akan terus mengusut pelaku lain yang membuat kerusuhan di tengah aksi massa
Hingga saat ini, lanjutnya, kepolisian masih mendata kerugian yang terjadi akibat kericuhan di Papua Barat. Herry mengatakan perlu waktu untuk menggolongkan kerugian sesuai tingkat kerusakan.
"Saya sudah ada data, tetapi saya minta waktu untuk digolongkan sesuai kerusakan," tuturnya.
Perekonomian sempat lumpuh saat rusuh di Manokwari, Papua Barat pada Senin lalu (19/8). (Foto: STR / AFP) |
Khusus di Manokwari, Papua Barat, sejumlah bangunan dibakar pada Senin (18/8). Sejumlah kendaraan juga dirusak.
Masyarakat setempat menggelar aksi protes. Mereka meminta agar oknum yang melontarkan pernyataan rasialis kepada mahasiswa Papua di Surabaya diusut tuntas.
Sejauh ini, satu anggota polisi dan satu anggota Satpol PP terluka dan dirawat di RSUD Wamena.
Sementara itu, satu anggota KKP tewas tertembak. Hingga kini belum diketahui identitasnya.
Kepolisian juga berhasil menyita sejumlah barang bukti berupa senjata api laras pendek beserta peluru.
[Gambas:Video CNN]
(bmw/psp/antara)
Perekonomian sempat lumpuh saat rusuh di Manokwari, Papua Barat pada Senin lalu (19/8). (Foto: STR / AFP)