Tokoh masyarakat Papua wilayah Jakarta, Baharudin Farawowan dalam sambutannya meminta TNI dan Polri menindak tegas aparat yang melakukan tindakan persekusi dan rasisme pada mahasiswa Papua di Surabaya.
Diketahui, insiden pengepungan di asrama mahasiswa Papua di Surabaya itu diduga menjadi pemicu terjadinya sejumlah aksi unjuk di di Papua dan Papua Barat. Dalam insiden tersebut, terdapat umpatan bernada rasial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Gatot Eddy Pramono dalam sambutannya mengajak masyarakat Papua di Jakarta untuk tidak terpengaruh informasi bohong atau hoaks yang tersebar media sosial.
Tak hanya itu, Gatot juga mengimbau masyarakat untuk bijaksana dalam menyikapi peristiwa kericuhan yang terjadi di Papua dan Papua Barat, sehingga hal tersebut tidak memecah belah bangsa Indonesia.
"Mari kita sikapi arif dan bijaksana. Kita ajak saudara-saudara kita bahwa kita ini satu. Jangan terpengaruh hoaks, isu ini terus dikembangkan untuk memecah bangsa kita," ucap Gatot.
Anies menjelaskan, hampir sebagian besar masyarakat yang tinggal di Jakarta adalah pendatang dari berbagai wilayah di Indonesia. Dengan demikian Jakarta selama ini selalu menjadi tempat dengan kesempatan yang setara untuk mereka semua.
"Karena kita menyadari, kalau ada kesempatan yang setara bagi semuanya, perasaan keadilan akan hadir. Kalau ada perasaan keadilan, maka persatuan akan muncul. Dan kita berharap di Jakarta kita jaga terus suasana itu," tutur Anies.
Anies menyebut jika ada potensi gangguan di tengah masyarakat, maka harus segera dikomunikasikan sehingga ketertiban di Jakarta bisa terus dijaga.
"Mari kita sama-sama pastikan, di Jakarta ada ketertiban, ada ketenteraman bagi semuanya," katanya.
[Gambas:Video CNN] (dis/osc)