Polres Mimika telah menetapkan 34 orang tersangka, dan 13 orang diantaranya diduga anggota KNPB.
"Apa alasannya dan dasar menjadikan tersangka disana apa? Kasusnya apa? KNPB yang terlibat untuk perusakan atau aksi itu diinisiasi oleh siapa? Kapolres [Mimika] harus menjelaslan dulu," kata Agus saat dihubungi CNNIndonesia.com, Jumat (23/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi enggak ada satu organisasi yang mendominasi di aksi kemarin. Itu dari berbagai organisasi. Jadi KNPB bagian dari rakyat Papua dan ikut terlibat dalam proses itu," katanya.
"Lalu menurut laporan teman-tema ada 36 semua, dari kita anggota KNPB itu [yang ditahan] ada 7. Tapi dalam media yang di sebut Kapolres Timika ada 13 [anggota KNPB yang ditahan]. Itu pernyataan keliru. Karena aksi itu bukan KNPB yang inisiasi," tambahnya.
Meski demikian, Agus mengklaim atribut Bintang Kejora tak hanya dipakai oleh KNPB, melainkan juga dipakai oleh semua orang Papua yang terlibat dalam aksi. Atribut sengaja digunakan secara spontan.
Agus mengatakan atribut dipakai karena masyarakat setempat merasa ada ketidakadilan. Dengan memakai atribut itu, lanjutnya, masyarakat ingin menyuarakan apa yang selama ini dirasakan.
Sebelumnya, Polres Mimika dibantu TNI mengamankan 45 orang pelaku kericuhan dalam unjuk rasa di halaman gedung DPRD Mimika, Papua, Rabu (21/8). Sebanyak 34 orang ditetapkan sebagai tersangka, dan 13 di antaranya disebut sebagai pendukung kemerdekaan Papua.
(bmw/rzr)