Hendrawan menyebut tak pernah terbersit sekalipun dalam benaknya bahwa pemerintah yang mengatur pencekalan seperti yang dituding Rizieq tersebut. Baginya, Rizieq hanya berilusi yang dibangun berdasarkan rasa kecewa atau benci.
"Tak pernah terbersit skenario yang dibayangkan RS tersebut. Jangan kita disibukkan dengan bangunan ilusi (Rzieiq) yang dasarnya hanya perasaan, kekecewaan, kegelisahan atau kebencian," kata Hendrawan melalui pesan singkat, Sabtu (24/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait tudingan Rizieq itu, CNNIndonesia.com mencoba mengonfirmasi ke Deputi V bidang Politik, Hukum, Keamanan dan Hak Asasi Manusia Kantor Staf Presiden (KSP), Jaleswari Pramodhawardani. Namun, Jaleswari engga berkomentar terkait tudingan Rizieq tersebut.
"Saya no comment ya," kata Jaleswari saat dihubungi melalui telepon.
Menurut Rizieq, ia dan keluarganya saat ini dicekal Kerajaan Arab Saudi, gara-gara 'negosiasi' pemerintah Indonesia terhadap Arab Saudi.
Hal tersebut disampaikan Rizieq melalui rekaman suara yang diputar di Milad ke-21 FPI di Stadion Rawa Badak, Koja, Jakarta Utara, Sabtu (24/8).
"Allhamdulillah, dengan aneka ragam makar yang dilakukan oleh musuh-musuh kami, khususnya oleh rezim zalim dan curang yang selalu membujuk pemerintah Saudi untuk mempersulit saya selama di kota suci Mekah," ucap Rizieq.
Atas dasar itu, Rizieq pun bersumpah tak akan meminta bantuan pemerintahan Jokowi yang dia anggap sebagai rezim zalim.
"Demi Allah saya tidak akan meminta bantuan rezim zalim Indonesia apalagi mengemis untuk cabut cekal saya di Saudi," kata Rizieq.
[Gambas:Video CNN] (tst/osc)