Kepala Seksi Observasi dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) SMB II Palembang Bambang Beny Setiaji mengatakan indikasi kekeruhan udara di wilayah itu ditandai penurunan jarak pandang yang mengganggu aktivitas warga.
Pada Sabtu (24/8) pagi, Stasiun Meteorologi SMB II Palembang mencatat jarak pandang hanya 700 meter dengan kelembapan 97 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Kabid Penanganan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel Ansori mengatakan kabut bercampur asap yang terjadi pada Sabtu (24/8) pagi hari merupakan dampak dari 9 titik karhutla yang terjadi di Kabupaten Ogan Ilir (OI) dan Ogan Komering Ilir (OKI) pada Jumat (23/8).
"Total 35 hektare terbakar di Ogan Ilir kemarin. Sementara di OKI 4 hektare terjadi di Kecamatan Pangkalan Lampam dan Tulung Selapan. Angin dari OKI dan OI mengarah ke barat laut sehingga asapnya sampai ke Palembang," kata dia.
Berdasarkan pantauan satelit Lapan pada Jumat (23/8) pagi hingga Sabtu (24/8) siang, terdapat 51 titik api yang terdapat di Sumsel. Sebanyak 15 di antaranya memiliki tingkat kepercayaan di atas 80 persen. Termasuk yang masih terjadi di Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir.
[Gambas:Video CNN] (idz/ain)