Nasir menandatangani prasasti Gedung ICE Institute dan menyerahkan surat izin prinsip kampus tersebut kepada Ketua Pengurus Yayasan Memajukan Ilmu dan Kebudayaan (YMIK) Ramlan Siregar.
"Pertama kali rektor asing yang masuk di Indonesia yaitu di Universitas Siber Indonesia yang diselenggarakan Universitas Nasional Jakarta," kata Nasir usai pembukaan kegiatan ilmiah sebagai bagian dari rangkaian acara peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (Hakteknas) Ke-24 di Denpasar, Provinsi Bali, Senin (27/8) dikutip dari Antara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Targetnya adalah meningkatkan APK (Angka Partisipasi Kasar), mutu harus jadi baik dan daya saing nanti di tingkat internasional," ujarnya.
Dia berharap mahasiswanya tidak hanya dari Indonesia tapi juga dari negara-negara lain.
"Ini ada permintaan mahasiswanya bisa dari Asia Tenggara, Asia Barat maupun di Afrika, mudah-mudahan jalan," tuturnya.
"Untuk perguruan tinggi negeri kami lagi perbaiki peraturan-peraturan pemerintah atau peraturan yang terkait lah ini perlu kita lakukan perbaikan lah nanti baru jalan di tahun 2020," tuturnya.
Dia berharap kampus-kampus lain tidak risau dengan rencana perekrutan rektor asing dan dapat berkolaborasi dengan tenaga asing untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia.
"Jangan risau tentang rektor asing, di dunia pendidikan manapun tidak bisa maju kalau tidak mau kolaborasi," ujarnya.
[Gambas:Video CNN] (antara/osc)