Presiden Jokowi menyatakan ibu kota negara baru bakal berada di wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kaltim.
"Ini semacam komite evakuasi ibukota dengan asumsi megathrust selat Sunda 9,2 sr," tutur Andi melalui pesan singkat, Selasa (27/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Instalasi, aset strategis, dan back up data dipindah prioritas," ucapnya.
"Sunda Megathrust nyata adanya. Ancaman nyata yang bisa terjadi," ujar Rahmat di kantor BMKG, Jakarta, Sabtu (3/8).
Wakil Sekjen Partai Demokrat itu menyebut megathrust Selat Sunda berjarak 200-250 km di laut sekitar pantai barat Sumatera hingga Banten. Jika terjadi gempa, dampaknya bisa sampai terasa di Laut Jawa, perairan Pulau Bali, hingga sisi utara Papua.
Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono menyatakan bahwa Kalimantan tak sepenuhnya bebas dari gempa. Bahkan, lanjutnya, Kalimantan Timur justru memiliki 3 sesar.
Sesar sendiri bisa menimbulkan gempa bumi. Tiga sesar di Kaltim yang dimaksud Daryono antara lain Sesar Maratua, Sesar Mangkalihat dan Sesar Paternostes.
Gempa yang disebabkan sesar-sesar tersebut pernah terjadi pada 14 Mei 1921, 16 November 1964, 4 Juni 1982 dan 31 Juli 1983. Semuanya terjadi di wilayah Kalimantan Timur.
[Gambas:Video CNN] (bmw/sur)