Hal itu terungkap saat pria yang akrab disapa Alex ini mengikuti tes wawancara dan uji publik Capim KPK di Kemensetneg, Jakarta, Selasa (27/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kegiatan saya selesai bekerja, pulang ke rumah, makan bersama keluarga, kumpul dengan teman-teman SMA. Ya itu, saya enggak pernah bertemu pribadi dengan pejabat, penyelenggara negara, atau siapa pun," lanjutnya.
Pansel Capim KPK bersama 20 Calon pimpinan (capim) KPK yang menjalani tes kesehatan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (26/8). (Detikcom/Pradita Utama) |
"Saya enggak tahu bagaimana saya buktikan bahwa saya bukan titipan orang lain atau pejabat atau penyelenggara negara. Mungkin ada yang mendukung saya, saya enggak tahu," kata Alex.
Pelemahan
Alex pun ditanya oleh Panitia Seleksi Capim KPK soal hal-hal yang sekiranya melemahkan lembaga antirasuah itu. Ia kemudian menjawab pelemahan bisa dilakukan lewat, pertama, aturan penyadapan lewat izin dari pengadilan.
"Nah, itu bentuk-bentuk pelemahan yang saya pahami," ujar Alex.
Terlepas dari itu, ia menyebut ada sejumlah hal lain yang bisa dikuatkan dari dalam internal KPK. Misalnya, soal peningkatan efektivitas penindakan.
Koalisi Kawal Capim KPK menyebut ada sejumlah capim dengan rekam jejak yang justru dinilai antikorupsi. (CNN Indonesia/Ryan Hadi Suhendra) |
Diketahui, ada 20 capim KPK yang lolos profile assesment test dan berhak mengikuti wawancara dan uji publik di Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa (27/8).
Ketua Pansel Capim KPK Yenti Garnasih mengatakan hari ini ada tujuh orang kandidat yang mengikuti tes wawancara dan uji publik. Sementara itu, 13 orang lainnya bakal mengikuti tes secara bertahap pada Rabu (28/8) hingga Kamis (29/8).
[Gambas:Video CNN] (sah/arh)
Pansel Capim KPK bersama 20 Calon pimpinan (capim) KPK yang menjalani tes kesehatan di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Senin (26/8). (
Koalisi Kawal Capim KPK menyebut ada sejumlah capim dengan rekam jejak yang justru dinilai antikorupsi. (