Spanduk yang terbentang di gerbang dan pagar asrama tersebut bertuliskan 'Lepas Garuda' dan 'Referendum is Solution'. Kedua spanduk tersebut terpasang usai Lukas meninggalkan lokasi.
Menanggapi hal itu, Lukas pun tak mau berkomentar banyak. Dia menegaskan persoalan referendum adalah urusan negara. Lukas menegaskan tak mau turut campur dalam ranah tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Papua tetap bagian Indonesia," tegas Lukas.
"Itu kan yang selama ini kami terima. Kita sedang upaya. Saya sudah lapor ke Pak Jokowi. Jokowi adalah kepala negara itu (referendum) adalah (urusan) kepala negara," kata dia.
Sebelumnya, Rombongan Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe ditolak oleh mahasiswa Papua di asrama jalan kalasan Surabaya.
Lukas tiba di depan asrama sekira pukul 17.45 WIB, seusai bertemu Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (27/8).
"Baca ini, baca ini baca, bisa baca atu tidak," teriak puluhan mahasiswa dari dalam asrama.
[Gambas:Video CNN]
(ain/frd/ain)