Sebelumnya, Budayawan Betawi Ridwan Saidi menyebut Kerajaan Sriwijaya fiktif dan hanya kelompok bajak laut.
"Prinsipnya, karya video YouTube itu akan dijawab dengan karya video YouTube. Karena dengan prinsip itu pula sebuah karya tulis harus dijawab dengan karya tulis agar clear. Harapan dengan membuat counter ini akan menjadi pembanding atau menjadi pembantah dari pernyataan kontroversial tersebut," ujar Erwan, Rabu (28/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nantinya, video yang akan dibuat oleh kalangan budayawan dan sejarawan Palembang itu, bakal menyajikan fakta sejarah yang berdasarkan data artefaktual arkeologis. Baik hasil penelitian temuan arkeolog Sumatera Selatan, mau pun nasional dan internasional terkait Kerajaan Sriwijaya.
"Ini yang akan kita perjelas di video Youtube yang akan kita buat nanti," lanjutnya.
"Kalau cara-cara ini tidak digubris, kami akan menempuh jalur hukum. Kita somasi melalui pengacara kita, kalau tidak juga ditanggapi. Kita laporkan ke polisi karena ini termasuk kejahatan ITE," kata Erwan.
Diketahui, akun kanal Youtube Macan Idealis menunggah 2 video berjudul Kerajaan Sriwijaya palsu dan fiktif serta hanyalah bajak laut yang beroperasi di wilayah nusantara. Video tersebut diunggah pada Jumat (23/8) serta Minggu (25/8).
Dalam video tersebut, Vasco Ruseimy berbincang bersama Ridwan Saidi mengenai sejarah Kerajaan Sriwijaya yang palsu dan fiktif. Ridwan Saidi pun berujar Kerajaan Sriwijaya sebenarnya hanyalah bajak laut yang beroperasi di perairan nusantara untuk merampok kapal perdagangan pada abad ke-7.