"Saya siap aja kalau dilaporkan. Ini kan masalah keilmuan. Saya tidak bicara di luar itu. Ini kan masalah ilmiah, kalau masalah ilmiah dipidanakan itu saya enggak ngerti nganut sistem hukum apa," ujar Ridwan kepada CNNIndonesia.com, Rabu (28/8).
Ridwan mengatakan selama ini telah mempelajari prasasti-prasasti sejarah di Indonesia, termasuk prasasti di Sumatera Selatan. Salah satu prasasti yang dijadikan dasar tentang peninggalan Kerajaan Sriwijaya, yakni prasasti Kedukan Bukit.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih jauh Ridwan menilai keberadaan Kerajaan Sriwijaya harus dibuktikan oleh para peneliti, sejarawan maupun arkeolog. Mereka sudah mengeluarkan tesis tentang Kerajaan Sriwijaya, maka tesis itu harus disertai bukti sahih.
"Mereka kan keluarkan tesis ada Kerajaan Sriwijaya. Buktinya mana? Bukti-buktinya saya patahkan semua. Mereka mengatakan Sriwijaya ada, ya mereka yang harus bisa membuktikan kerajaan itu ada, bukan saya," kata Ridwan.
"Jadi tinggal dibantah pendapat saya. Kalau mau diuji silakan diuji. Kita mah siap aje, lebih bagus begitu. Saya siap menghadapi forum akademis apapun juga," ucapnya.
Sebelumnya Ridwan Saidi atau akrab disapa Babe Ridwan dalam dua video di kanal Youtube menyebut Kerajaan Siriwjaya adalah fiktif dan cuma sekelompok bajak laut.
Kedua video yang berisi pernyataan Ridwan Saidi tersebut diunggah oleh akun Macan Idealis. Video pertama berdurasi 15 menit diunggah pada 23 Agustus 2019 dan telah ditonton sebanyak 222.284 kali, sedangkan video kedua berdurasi 20 menit diunggah pada 25 Agustus 2019 dan telah ditonton 81.626 kali.
Ketua Yayasan Tandipulau Erwan Suryanegara mengatakan sejarah dan bukti keberadaan Kerayaan Sriwijaya sudah dikaji baik secara lokal, nasional, maupun masyarakat internasional. Bukti artefaktual arkeologis berupa arca, prasasti, serta candi pun sudah membuktikan adanya kerajaan tersebut.
Sehingga, Erwan menilai pernyataan yang disampaikan Ridwan di dalam kanal Youtube yang dikelola oleh Vasco Ruseimy tersebut dinilai tidak berlandaskan fakta sejarah.
[Gambas:Video CNN] (osc/gil)