Pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, mereka membubarkan diri pada pukul 17.30 WIB dengan pengawasan aparat kepolisian. Salah satu orator aksi mengatakan pihaknya akan bergegas ke kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta yang terletak di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.
Istana negara menjadi lokasi kedua setelah Markas Besar Angkatan Darat (Mabes AD) yang mereka sambangi. Orator aksi menyatakan bahwa yang dibutuhkan Papua bukanlah kesejahteraan pembangunan, melainkan kemerdekaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mahasiswa dan masyarakat Papua sudah sepakat meminta untuk referendum," ujar Ambrosius di sela aksi demonstrasi di depan Mabes TNI Angkatan Darat, Jakarta, Rabu (28/8).
Keempat, buka askes jurnalis nasional dan internasional di Papua. Kelima, demiliterisasi zona Nduga. Keenam, Pemprov Papua dan Papua Barat melepaskan pakaian dinas. Ketujuh, usir Papua sama halnya dengan mengusir penjajah. Kedelapan, menolak perpanjangan Otsus.
Kesembilan, membuka akses internet yang saat ini diblokir pemerintah. Kesepuluh, berikan hak untuk menentukan nasib sendiri untuk mengakhiri rasisme dan penjajahan West Papua. Terakhir, mahasiswa Papua dan Papua Barat siap eksodus.
[Gambas:Video CNN] (ryn/ain)