Menurutnya Presiden Jokowi memang tak bisa mengintervensi proses seleksi yang dilakukan panitia seleksi calon pimpinan KPK (Pansel Capim KPK), namun kepala negara dapat mendasarkan penilaian pada fakta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Buya Syafii juga meminta Pansel memberikan informasi yang benar. "Agar Pak Presiden diberi peta yang sebenarnya," kata Buya Syafii.
Lebih lanjut, Buya Syafi'i mengungkapkan tim Pansel KPK tak cukup hanya mengandalkan transparansi dan profesionalisme dalam mengemban tugas, melainkan juga harus terbuka terhadap masukan publik.
"Dengar juga pendapat dari masyarakat, dari KPK, dari Saut (Wakil Ketua KPK Saut Situmorang) tadi. Kita jangan bertopeng-topeng. Rekam jejak itu kan jelas. Kalau bermasalah apalagi menyangkut penegakan hukum, pemberantasan korupsi itu namanya kita bisa berkhianat pada bangsa ini," kata tokoh yang pernah menjadi Pansel Capim KPK tersebut.
"Kalau kita mencintai bangsa ini, kita perkuat lembaga antirasuah ini. Dan di samping itu juga Pimpinan KPK juga harus kompak. Sebab saya lihat enggak kompak juga kadang-kadang. Kalau kompak akan bagus sekali. Bagaimanapun juga, lembaga ini wajib kita pertahankan dan jaga bersama." ujar Buya. (ika/wis)