Wakil Ketua Baleg DPR Firman Soebagyo mengatakan dalam draf itu disebutkan bahwa formasi pimpinan MPR mendatang adalah sembilan anggota DPR dari fraksi berbeda dan satu untuk perwakilan kelompok DPD.
Lihat juga:Ketua DPR Tolak Terlibat Revisi UU MD3 |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, pihaknya masih menunggu keputusan politik mengenai penambahan kursi pimpinan MPR mendatang dari masing-masing partai politik yang memiliki kursi di Senayan, walau draf revisi UU MD3 sudah dipersiapkan.
Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. (Arie Riswandy) |
Terpisah, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto terbuka membahas wacana penambahan pimpinan MPR.
"Nanti kami bicarakan. Kalau namanya pengguliran, namanya DPR kan menggulirkan terus," kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (28/8).
"Tunggu masa sidang baru saja, dibahas. Kita bahas nanti," tuturnya.
Menteri Perindustrian itu hanya memastikan bahwa kader Golkar yang akan menjadi ketua MPR. Airlangga menyebut kepastian itu akan dibahas dalam pertemuan dengan koalis pendukung Jokowi-Ma'ruf.
Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto menilai wajar wacana penambahan pimpinan MPR. (CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan) |
Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon berkata wacana penambahan kursi pimpinan MPR periode mendatang bisa dilakukan dengan membuka opsi revisi UU MD3.
"[Revisi UU MD3] itu juga bagian dari saya kira hal yang bisa kita bicarakan bersama. Nanti kita lihat perkembangannya," ujar Fadli, yang juga menjabat Wakil Ketua DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Senin (19/8).
Wacana penambahan kursi pimpinan MPR menjadi 10 pertama kali dilontarkan oleh Partai Amanat Nasional. Wakil Sekretaris Jenderal PAN Saleh Partaonan Daulay menganggap semua partai perlu diakomodasi daripada saling berebut pos pimpinan MPR.
[Gambas:Video CNN] (mts/fra/arh)
Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta. (
Ketum Partai Golkar Airlangga Hartarto menilai wajar wacana penambahan pimpinan MPR. (