180 Personel Brimob Polda Kalbar Dikirim ke Papua

CNN Indonesia | Minggu, 01/09/2019 16:07 WIB
180 Personel Brimob Polda Kalbar Dikirim ke Papua Pasukan Brimob. (CNN Indonesia/Damar Sinuko)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian Daerah Kalimantan Barat kembali mengirim sebanyak 180 personel Korps Brimob dalam rangka Operasi Aman Nusa 1 BKO Polda Papua tahun 2019.

"Tadi malam, Sabtu (31/8) kami kembali memberangkatkan sebanyak 180 personel Brimob dalam rangka Operasi Aman Nusa 1 BKO Polda Papua Tahun 2019," kata Kapolda Kalbar Irjen Didi Haryono, di Pontianak, Minggu (1/9).

Sebelumnya, Polda Kalbar juga memberangkatkan sebanyak 250 personel Brimob untuk melakukan pengamanan di Jayapura, Provinsi Papua.
Didi berpesan kepada para personel Satbrimob Polda Kalbar agar tetap berdoa dalam bertugas.


"Selalu tingkatkan iman dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, itulah sebagai landasan moral dalam melaksanakan tugas. Semoga saudara diberikan kesehatan dan keselamatan selama melaksanakan tugas BKO ke wilayah hukum Polda Papua," ujarnya.


Selain itu, dia juga berpesan kepada personel Brimob tersebut agar tetap menjaga disiplin, dedikasi, loyalitas serta jiwa korsa yang tinggi pada masing-masing personel dalam melaksanakan tugas.

"Ini demi terwujud keberhasilan sesuai dengan moto pengabdian Brimob Polri, yaitu Jiwa Ragaku Demi Kemanusiaan," katanya.
Kemudian, kata dia, dalam pelaksanaan tugas, anggota Brimob diharapkan agar selalu bertindak mengikuti prosedur hukum yang berlaku. Hindari tindakan yang memicu konflik, serta tindakan yang dapat merugikan, membahayakan diri sendiri dan keluarga.

"Jaga nama baik kesatuan dan institusi Polri khususnya Satbrimob Polda Kalbar, serta tetap berhati-hati dalam bertindak, termasuk dalam hal pergerakan pasukan, dan ikuti prosedur teknis dan taktis sesuai SOP yang berlaku," ujarnya.

Ia juga mendoakan personelnya, semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa memberikan perlindungan, petunjuk dan bimbingan kepada personel Brimob Polda Kalbar sekalian dalam melaksanakan tugas dan pengabdian kepada rakyat, bangsa dan negara.
[Gambas:Video CNN] (Antara/ugo)