Bantuan Disetop, 300 Pencari Suaka Masih di Selter Kalideres

CNN Indonesia | Senin, 02/09/2019 11:09 WIB
Sekitar 300-an pencari suaka masih bertahan di selter Kalideres meski Pemerintah Provinsi DKI telah menghentikan bantuan makanan kepada mereka. Pencari suaka yang tinggal di sebuah selter di Kalideres, Jakarta. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghentikan bantuan dalam bentuk sebagian air dan listrik serta makanan per Sabtu (31/8), kepada pengungsi pencari suaka yang tinggal di selter Kalideres. Kendati demikian masih ada pengungsi selter tersebut.

Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik DKI Jakarta Taufan Bakri mengatakan mengatakan para pengungsi yang masih dilokasi ialah mereka yang masih menunggu waktu pemindahan.

"Data terakhir, kurang lebih 500-an yang dipindahkan, yang belum sekitar 300-an. Karena ada suaka yang datang lagi, kemarin siang saya ke Kalideres, ada yang baru datang dari Cisarua," kata Taufan saat dihubungi, Senin (2/9).


Taufan mengatakan pihaknya juga masih melakukan negosiasi kepada sejumlah pemangku kepentingan. Beberapa di antaranya ialah Badan PBB untuk pengungsi (UNHCR), Kementerian Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan hingga Kementerian Luar Negeri.

Menurut Taufan Pemprov DKI sedianya bertindak tegas dalam menyelesaikan masalah kasus pencari suaka. Namun karena alasan kemanusiaan, dia mengatakan DKI pun memberi kelonggaran kepada para pengungsi.

"Untuk sementara logistik yang bisa kita kasih adalah listrik dan air, dengan rasa kemanusiaan kita enggak mungkin bisa kita putuskan. Untuk listrik juga mendapat bantuan dari Sekolah Dian Harapan, mereka swadaya, sama sebagian listrik dari Pemda," lanjut Taufan.

Taufan memastikan sudah tidak ada bantuan makanan yang diberikan oleh DKI. Jika ada, maka bantuan itu datang dari pihak swasta.

Makanan yang diberikan kepada para pengungsi sejauh ini sudah ditanggung oleh UNHCR. Sejak pemutusan bantuan dari DKI, UNHCR kembali memberikan bantuan nasi kotak sebanyak 1.400 buah per hari.

"Makanan ditanggung UNHCR, kemarin siang saat saya ke sana ada 700 boks makan siang dan 700 boks untuk makan malam dari UNHCR. Dari pemprov benar-benar sudah menghentikan bantuan makanan," ujar dia.

Sebelum tinggal di selter Kalideres, para pencari suaka mendiami kawasan trotoar Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Mereka meminta kejelasan kepada UNHCR terkait lokasi tujuannya setelah mengungsi dari negara asalnya, seperti Afghanistan.

[Gambas:Video CNN] (ctr/wis)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK