Unjuk rasa tersebut dimulai dari pukul 12.00 WIB. Sebelumnya, para demonstran melakukan longmarch dari asrama Papua di Jalan Cimandiri menuju Gedung Sate. Terlihat mahasiswa membawa sejumlah poster dan spanduk berisi berbagai protes. Tampak juga mahasiswa Papua membawa sejumlah atribut Bintang Kejora serta mewarnai wajah dan badan mereka dengan gambar Bintang Kejora.
Sesampainya di depan halaman Gedung Sate, mereka langsung menyuarakan ketidakadilan yang dirasakan selama ini. Mulai dari masalah isu diskriminasi dan rasisme, hingga masalah pelanggaran HAM yang terjadi di tanah Cendrawasih.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksi mahasiswa di Gedung Sate, Bandung. (CNN Indonesia/Hyg) |
"Rasialisme terhadap rakyat Papua berakar pada kepentingan kolonialisme untuk menghancurkan karakter dan kepribadian orang Papua demi melapangkan eksploitasi sumber daya alam secara besar-besaran," kata Robi.
"Pada akhirnya, berbicara menolak rasisme terhadap rakyat West Papua tanpa berbicara melawan kolonialisme dan perjuangan hak menentukan nasib diri sendiri hanya menepuk ruang kosong. Sebab akar pembiaran praktik rasialisme itu terhadap rakyat Papua yaitu praktik kolonialisme itu sendiri," tambah Robi.
Sementara itu, di tempat yang sama elemen masyarakat di Jawa Barat juga turut aksi solidaritas untuk Papua. Aksi tersebut dilakukan massa dari Forum Masyarakat Jabar dan Papua untuk NKRI (Formas Japri).
Dalam aksinya, mereka menuntut agar menghentikan segala bentuk kekerasan dari Sabang sampai Merauke, khususnya di tanah Papua. Terlebih Papua adalah bagian dari NKRI yang sudah menjadi harga mati.
Meski dalam lokasi yang sama dengan aspirasi yang kontras, tidak ada gesekan saat kedua massa aksi menyampaikan aspirasi. Kelompok mahasiswa Papua membubarkan diri sekitar pukul 15.00 WIB atau lebih dulu dibanding Formas Japri.
[Gambas:Video CNN] (hyg/ugo)
Aksi mahasiswa di Gedung Sate, Bandung. (CNN Indonesia/Hyg)