"Karena yang sering terjadi kan di KM 90 ini makanya kita harus lakukan analisis," ujar Budi di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Selasa (3/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya minta untuk kerja samanya dengan ITB, bisa jadi ini berkaitan dengan alignment daripada jalan," ujarnya.
"Kalau berkaitan dengan teknis struktural, kita butuhkan paling tidak satu minggu untuk menganalisis apa yang terjadi," ujar Budi.
Kecelakaan beruntun terjadi di kilometer 91 Tol Cipularang melibatkan 21 kendaraan dari berbagai jenis pada Senin (2/9) kemarin.
Sedikitnya delapan orang tewas dan 28 orang luka-luka dalam kecelakaan ini. Diduga penyebab kecelakaan adalah sebuah truk yang terguling sehingga kendaraan lain di jalur yang sama terkejut dan berhenti secara tiba-tiba.
Empat dari delapan korban meninggal dunia telah teridentifikasi yakni Dedi Hidayat (45) warga Kalibaru Barat, Cilincing, Jakarta Utara, Iwan (35) warga Kecamatan Sepatan Timur, Tangerang, Endi Budianto serta Hendra Cahya (64) warga Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Budi Karya sendiri tak merinci data kecelakaan lain di KM 90 Tol Cipularang. Namun dari penelusuran CNNIndonesia.com, kecelakaan kerap terjadi di sepanjang KM 90-KM 101.
Kecelakaan pada 2011 di KM 96 kembali terjadi. Dalam insiden ini istri artis Saiful Jamil tewas. Lalu, pada 2012 sebuah bus pariwisata menabrak tronton di KM100 mengakibatkan tujuh orang tewas.
[Gambas:Video CNN] (jps/wis)