Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo mengatakan polisi bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri, Badan Siber Sandi Negara (BSSN), dan Badan Intelijen Negara (BIN) telah memetakan hasil pembicaraan yang dilakukan oleh Benny.
"Saat ini (Benny) hanya menyebarkan dulu baik di media sosial maupun di grup-grupnya mereka di dunia internasional. Khususnya di wilayah negara pasifik," ujar Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (3/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nantinya, kata dia, Kementerian Luar Negeri yang akan mengambil langkah diplomat terkait penanganan hal tersebut.
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menuding Benny Wenda sebagai dalang kerusuhan di Papua, termasuk melakukan mobilisasi diplomatik ke sejumlah negara.
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menyebut kerusuhan Papua tak lepas dari aksi provokasi yang dilakukan Benny Wenda. Wiranto menuturkan Benny aktif menyebarkan hoaks alias informasi palsu soal Papua ke luar negeri.
Sementara itu Benny menuding balik Wiranto. Benny menuding Wiranto tengah berupaya memicu konflik horizontal dengan warga Papua.
"Wiranto gunakan saya. Wiranto adalah penjahat perang yang dicari oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) karena kejahatan perang," kata Benny melalui surat elektronik kepada CNNIndonesia.com pada Selasa (3/9).
[Gambas:Video CNN] (gst/ugo)