"Sejak dahulu dia memang ngaco," ujar Wiranto di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Selasa (3/9).
Terkait dengan pernyataan Benny itu, Wiranto meminta masyarakat tidak terkecoh.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketua United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) Benny Wenda. (Dok. The Office of Benny Wenda) |
Di sisi lain, Wiranto membantah pemerintah enggan menyelesaikan dugaan pelanggaran HAM yang terjadi di Papua-Papua Barat. Sebab, pemerintah sempat mengkaji 12 kasus pelanggaran HAM berat di Papua-Papua Barat. Akan tetapi, ia menyebut hasil kajian memperlihatkan bahwa tidak semua kasus itu merupakan pelanggaran HAM berat.
Adapun terkait dengan tiga kasus pelanggaran HAM berat yang ada di Papua, Wiranto membeberkan adalah kasus di Wasior tahun 2001, Wamena tahun 2004, dan Paniai tahun 2014. Ia menyebut proses terhadap kasus itu sudah ada kerjasama antara Komnas HAM dengan Kejaksaan Agung untuk melakukan penyelidikan hingga penyidikan.
"Masalahnya sekarang adalah antara Komnas HAM dengan Jaksa Agung masih belum klop ya. Apa yang sudah ditemukan Komnas HAM diserahkan ke Jaksa Agung ternyata dicek, dipelajari, dianalisis, ternyata belum memenuhi untuk dapat diteruskan dalam proses-proses pengadilan," ujar Wiranto.
Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen |
Sebelumnya, Benny menuding Wiranto berupaya memicu konflik horizontal dengan warga Papua.
Hal itu diutarakan Benny merespons tuduhan Wiranto yang menyebutnya sebagai dalang di balik kerusuhan di Papua.
"Wiranto gunakan saya. Wiranto adalah penjahat perang yang dicari oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) karena kejahatan perang. Adalah Wiranto yang membentuk 'Pasukan Penjaga Merah & Putih' dan mencoba memicu konflik horizontal antara warga Papua dan warga Indonesia," kata Benny melalui surat elektronik kepada CNNIndonesia.com pada Selasa (3/9).
[Gambas:Video CNN]
(jps/arh)
Hal itu diutarakan Benny merespons tuduhan Wiranto yang menyebutnya sebagai dalang di balik kerusuhan di Papua.
"Wiranto gunakan saya. Wiranto adalah penjahat perang yang dicari oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) karena kejahatan perang. Adalah Wiranto yang membentuk 'Pasukan Penjaga Merah & Putih' dan mencoba memicu konflik horizontal antara warga Papua dan warga Indonesia," kata Benny melalui surat elektronik kepada CNNIndonesia.com pada Selasa (3/9).
[Gambas:Video CNN]
Ketua United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) Benny Wenda. (
Foto: CNN Indonesia/Timothy Loen