"Kami menganggap ini dijebak. Jika ada oknum yang menyebarluaskan informasi tidak benar tolong diklarifikasi dulu," ujar Naufal di Palembang seperti dikutip dari ANTARA, Selasa (3/9).
Naufal mengatakan, ayahnya sedang mengadakan rapat rutin mingguan ketika KPK datang ke kantor Bappeda Kabupaten Muara Enim yang menjadi kantor sementara bupati.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami tidak ingin membesar-besarkan masalah ini karena kami masih menunggu klarifikasi," tambah Naufal.
Sementara sejak Selasa pagi tadi, kediaman Ahmad Yani terlihat ramai dikunjungi beberapa tamu yang membawa mobil. Namun tidak diketahui aktivitas di dalamnya.
KPK sebelumnya membenarkan telah menangkap Bupati Muara Enim, Sumatra Selatan Ahmad Yani dalam OTT, Senin (2/9).
KPK menduga terdapat transaksi antara pihak pejabat pemerintah kabupaten dengan pihak swasta terkait proyek pembangunan di sana.
menyita barang bukti mata uang dollar Amerika Serikat dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan di Muara Enim dan Palembang, Sumatera Selatan. Uang itu diduga terkait suap proyek di Dinas Pekerjaan Umum setempat.
"US$35 ribu. Uang diduga terkait dengan suap proyek di Dinas PU setempat," kata Wakil Ketua KPK, Basaria Pandjaitan, dikonfirmasi, Selasa (3/9).
[Gambas:Video CNN] (pris/antara/osc)