Bimo Wiwoho, salah seorang wartawan media online yang ditunjuk sebagai saksi meringankan, menuturkan dirinya melihat polisi ikut ke dalam barisan sejumlah orang yang sedang antre untuk cuci muka. Bimo saat itu sedang meliput kerusuhan di sekitar Gedung Bawaslu sejak 22 Mei malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, jaksa penuntut umum dalam dakwaannya menyebut bahwa ke-29 karyawan Sarinah, termasuk Sanusi, turut memberikan bantuan kepada massa aksi berupa air mineral untuk minum dan membiarkan massa aksi masuk ke basement Gedung Sarinah.
29 karyawan Sarinah didakwa membantu pendemo di kerusuhan 22 Mei dengan memberikan minum dan air cuci muka. (CNN Indonesia/Anugerah Perkasa) |
Kendati begitu, Bimo mengaku tidak mengetahui siapa yang menyediakan selang yang mengaliri air tersebut. Dia hanya berujar saat itu dirinya sedang meliput kerusakan Gedung McD sambil mewawancarai Sanusi.
Dalam proses wawancara, terang Bimo, Sanusi mengaku sebagai satpam Sarinah.
Lihat juga:Massa Pecahkan Kaca McDonald's di Sarinah |
Bimo melanjutkan dirinya melihat puluhan orang digelandang ke Gedung Bawaslu dengan telanjang dada. Meskipun, aku dia, dirinya tidak melihat proses penangkapan puluhan orang tersebut.
"Saya enggak melihat proses mereka ditangkap. Saya hanya melihat puluhan orang digiring dari Sarinah ke Gedung Bawaslu; enggak pakai baju," tukas dia.
Pusat perbelanjaan Sarinah ikut rusak usai aksi 22 Mei di depan Bawaslu. (CNN Indonesia/Hesti Rika) |
Mereka terdiri dari 26 satpam, dua orang teknisi, dan satu orang cleaning service. Mereka ialah Ahmad Zulfikar, Alvin Nazarkhan, Endah Hardian, Andhi Febriantoro, Ridwan, M Ichrom, Samsul Anwar, Yusuf Gunawan, Hariyono, Tara Arbyansyah.
Kemudian Nurakhman, Agus Sarohman, Trio Prasetio, Hendri Basuki, Iwan Syachrie, Adi Sucipto, Deki Aries, Suyamto, Achmad Suhendar, Habib Musa, Achmad Sanusi, Supriyadi, Syahril, Mugiyanto, Felix Ganang, Handori, Ahmadi, Hermawan, dan Philip Sinaga.
(ryn/arh)
29 karyawan Sarinah didakwa membantu pendemo di kerusuhan 22 Mei dengan memberikan minum dan air cuci muka. (
Pusat perbelanjaan Sarinah ikut rusak usai aksi 22 Mei di depan Bawaslu. (