Kapolda: Papua Barat Aman, Tapi Dunia Maya Masih Ramai Hoaks

CNN Indonesia | Rabu, 04/09/2019 21:09 WIB
Kapolda: Papua Barat Aman, Tapi Dunia Maya Masih Ramai Hoaks Kapolda Papua Barat Brigjen Herry Rudolf Nahak.menyebut dunia maya masih ramai dengan hoaks soal Papua. (CNN Indonesia/Martahan Sohuturon)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kapolda Papua Barat Brigjen Herry Rudolf Nahak menyatakan wilayahnya sudah cukup aman, namun dunia maya masih ramai dengan hoaks terkait Papua.

"Di permukaan memang sudah cukup aman, tapi di dunia maya masih banyak konten hoaks dan provokatif terkait Papua. Sehingga Kominfo belum bisa membuka blokir jaringan internet secara total," kata dua di Manokwari, Rabu (4/9) dikutip dari Antara.

Sebelumnya, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) melakukan pembatasan akses internet di Papua dan papua Barat untuk membendung hoaks agar meminimalisasi dampak terhadap situasi keamanan.


Berdasarkan data Kominfo, Herry menyebut setidaknya ada 500 ribu kanal atau URL yang menyebarkan informasi negatif dan hoaks tentang Papua. Misalnya, informasi yang bersifat politis dan mengarah pada referendum.

"Secara umum kita aman, hari ini tidak ada gerakan massa demonstrasi. Kemarin ada demo, dan itu hanya di Manokwari berlangsung aman. Sedangkan daerah lain seluruhnya landai dan masyarakat beraktivitas seperti biasa," kata Herry lagi.

Menteri Komunikasi dan Informasi Rudiantara pada kesempatan sebelumnya di Jakarta menyatakan hingga 2 September 2019 pihaknya mendeteksi setidaknya ada 555 ribu URL atau kanal yang digunakan untuk menyebarkan hoaks. URL penyebar hoaks Papua terdeteksi berasal dari luar negeri yang berada di 20 negara, diantaranya di wilayah Eropa.

Menurutnya, 100 ribu lebih URL di antaranya mengunggah hoaks. Penyebaran hoaks provokatif tertinggi terjadi pada 30 Agustus 2019, yakni mencapai 75 ribu.

Kapolda menambahkan aparat pengamanan saat ini masih terus bersiaga mengantisipasi gangguan keamanan di provinsi tersebut. Personil Brigade Mobil (Brimob) yang diperbantukan (Bawah Kendali Operasi/BKO) dari sejumlah polda masih berada Papua Barat.

"Kehadiran mereka untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, sekaligus untuk mempercepat proses pemulihan," ujar Kapolda lagi.

[Gambas:Video CNN] (Antara/arh)