"Almarhum MA adalah mahasiswa S2 Elektro STEI ITB angkatan 2018. Menurut dugaan yang bersangkutan menderita depresi," ujar Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Alumni, dan Komunikasi ITB, Miming Miharja dalam pesan singkatnya, Rabu (4/9).
Miming mengatakan almarhum merupakan mahasiswa berprestasi dengan nilai akademik yang sangat baik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihak ITB belum mengetahui masalah yang menyebabkan MA depresi hingga mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Namun ITB menyampaikan duka atas wafatnya MA.
Sementara itu, Kepala Polsek Coblong Ajun Komisaris Auliya Djabar menyatakan hal yang menguatkan MA mengalami depresi berdasarkan temuan surat kontrol dokter kejiwaan di salah satu rumah sakit di Bandung.
Dia juga menyebutkan dalam penyelidikan ini polisi tak menemukan bekas luka pada tubuh MA. Tim Inafis membawa jasad MA ke Rumah Sakit Hasan Sadikin usai kejadian. "Keluarga sudah kita hubungi," kata Auliya.
[Gambas:Video CNN]
Masalah depresi jangan dianggap enteng. Jika Anda pernah memikirkan atau merasakan tendensi bunuh diri, mengalami krisis emosional, atau mengenal orang-orang dalam kondisi itu, Anda disarankan menghubungi pihak yang bisa membantu, misalnya saja Komunitas Save Yourselves https://www.instagram.com/saveyourselves.id, Yayasan Sehat Mental Indonesia melalui akun Line @konseling.online, atau Tim Pijar Psikologi https://pijarpsikologi.org/konsulgratis. (hyg/wis)