Ketiga teroris itu ditangkap di lokasi berbeda. ZA yang sebelumnya disebut CA alias Enal ditangkap di Jalan Trans Sulawesi, Sulteng, sekitar pukul 13.40 WITA. Kedua yaitu A bin U alias Angga ditangkap di Jalan Benteng dan ketiga adalah AS alias Putra alias Siregar ditangkap di Jalan Malaya sekitar pukul 23.00 WITA.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo mengatakan ditemukan perlengkapan untuk membuat bom pipa, seperti potongan besi dan kabel dari tangan AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari A didapati kurang lebih 34 barang bukti yaitu buku-buku jihad, buku tentang merakit bom, perlengkapan perorangan, buku tabungan Bank Mandiri, kartu ATM, sebo loreng, jaket, senapan angin, peluru angin, busur panah sebanyak 17 buah, ketapel besi, peredam senapan angin, teleskop, parang, dan peralatan komputer, printer dan sepeda motor.
"Ditemukan beberapa pipa dan pipa-pipa ini diduga dijadikan bom pipa, ada juga serbuk masih diteliti apakah merupakan bagian untuk buat bom pipa," tuturnya.
Mereka juga diketahui sudah mengikuti idad atau semacam pelatihan layaknya militer. Dalam latihan itu juga mereka belajar menembak dengan menggunakan senapan angin.
"Setiap keluar rumah selalu persiapkan diri bawa parang dan golok. Beberapa kali mengikuti pelatihan militer atau idad, antara lain latihan menembak dengan gunakan senjata angin dan latihan fisik lainnya," tuturnya.
[Gambas:Video CNN] (gst/osc)