Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Dedi Prasetyo mengatakan kepastian keduanya WNI berdasarkan tes DNA dengan sisa darah yang tertinggal di lokasi kejadian perkara.
"Sudah (pasti WNI), akurat. Kalau DNA tingkat akurasinya 90 persen," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (6/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Identik DNA tersebut dengan ayah dan ibu mereka dengan juga DNA yang ditemukan di TKP," lanjutnya.
Kala itu, Militer Filipina telah menyatakan bahwa dua pelaku bom bunuh diri tersebut dilakukan oleh sepasang WNI. Mereka menyatakan hal tersebut berdasarkan hasil penyelidikan.
Dedi menjelaskan, keduanya masuk ke Filipina melalui jalur ilegal sehingga tidak terlacak oleh otoritas setempat. Sebelum melakukan aksi bom bunuh diri, pasutri tersebut telah dicuci otak.
"Rekam jejak yang bersangkutan, pernah mengikuti doktrinasi, pencucian otak, penanaman nilai paham radikalisme," ujar Dedi.
Polri dengan pihak Filipina lantas mulai bekerja sama melakukan penyelidikan. Hingga kemudian hasil DNA positif menyatakan bahwa pelaku bom bunuh diri adalah sepasang WNI.
[Gambas:Video CNN] (gst/bmw)