Tawurandi wilayah Manggarai, Jakarta Selatan, terjadi pada Rabu (4/9) lalu hingga mengganggu aktivitas KRL Commuter Line.
"Kita melakukan razia ini menggunakan pendekatan persuasif dan humanis, tidak ada resistensi, tidak ada komplain dari warga," kata Kapolres Jakarta Selatan Kombes Bastoni Purnama di Tebet, Manggarai, Jakarta Selatan, mengutip Antara Jumat (6/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam operasi telah ada empat warga yang berasal dari RW06 dan RW10. Mereka terbukti menggunakan narkoba jenis amfetamin dan psikotropika berdasarkan hasil tes urin yang dilakukan secara langsung.
Sebelumnya, tawuran antarwarga terjadi di wilayah Manggarai, Jakarta Selatan pada pukul 16.41 WIB, Rabu (4/9). Tawuran ini membuat perjalanan KRL Commuter Line terganggu.
Sekitar pukul 17.05 WIB, tawuran yang terjadi di atas perlintasan kereta api itu bubar setelah polisi menembakkan gas air mata. Saat itu, warga yang terlibat tawuran juga mulai diarahkan untuk kembali ke rumah masing-masing.
Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Bastomi Purnama mengatakan ada dendam kesumat antara warga Menteng Tenggulun, Jakarta Pusat dengan Manggarai, Jakarta Selatan. Dipicu masalah kecil, lanjutnya, lalu terjadi tawuran.
"Jadi semacam tradisi dendam kesumat antara Menteng Tenggulun dan Manggarai jadi masalah kecil-kecil saja antara salah satu seorang masing-masing masyarakat di situ ada yang tersinggung, lantas jadi pertentangan," kata Bastomi di Jakarta mengutip Antara, Jumat (6/9). (bmw/wis)