Menurutnya, setiap orang yang mencalonkan diri menjadi capim KPK selalu mengkritik kelemahan-kelemahan KPK saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III. Namun, dia menyebut, itu hanya menjadi sebuah kebohongan dan sekadar lucu-lucuan karena setelah sosok yang mengkritik itu terpilih, kelemahan-kelemahan KPK tak kunjung diperbaiki.
"Setiap orang yang (uji kelayakan dan kepatutan) di Komisi III selalu mengkritik kelemahan-kelemahan KPK, tapi sesudah di dalam apa yang terjadi? Mereka tidak mau mengubah. Ini suatu kebohongan sejak awal, jadi ini lucu-lucuan saja jadinya," ucap Desmond di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Senin (9/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, ia mengatakan DPR sudah biasa menerima kritik.
Selanjutnya, Komisi III akan mengundang 10 capim KPK tersisa untuk membuat makalah. Komisi III telah menyiapkan topik untuk dipilih lewat mekanisme undian.
Tahap seleksi Capim KPK 2019-2023 sendiri menjadi sorotan publik. Banyak pihak yang mengkritisi proses yang berjalan.
Sejumlah LSM yang tergabung dalam koalisi sipil mempertanyakan independensi beberapa anggota panitia seleksi. Mereka ragu karena ada anggota pansel yang selama ini diketahui menjadi staf ahli Kapolri.
Di samping itu, nama-nama capim KPK yang diseleksi pansel pun dikritik. Menurut koalisi sipil, ada nama yang memiliki rekam jejak bermasalah, yakni pernah berurusan dengan pelanggaran etik saat masih bertugas di KPK.
[Gambas:Video CNN] (mts/bmw)