Setelah menggelar audisi sejak 2006, PB Djarum diberitakan menghentikan audisi mulai 2020 usai dinilai mengeksploitasi anak untuk sebuah merek dagang produk rokok oleh KPAI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan kepada Moeldoko bahwa dalam menyikapi polemik harus bijaksana dan melihatnya secara komprehensif. Menurutnya, terdapat dua persoalan yang berkaitan dari masalah ini, yakni soal merek rokok dan pembibitan terhadap anak-anak di cabang bulu tangkis.
Lihat juga:Kronologi Penghentian Audisi PB Djarum |
"Saya katakan secara jelas, tidak ada eksploitasi anak. kalaupun dikatakan KPAI bahwa di badan mereka ada logo-logo Djarum itu adalah ekspolitasi terhadap anak, tapi eksploitasi seperti apa?" ujarnya.
Lebih lanjut, Ketua Indonesia Child Protection Watch itu mengatakan bahwa Moeldoko meminta KPAI harus lebih bijaksana dan melihat audisi bulu tangkis ini secara komprehensif.
Erlinda juga mempertanyakan keputusan KPAI yang hanya menyikapi audisi bulu tangkis PB Djarum. Menurutnya, ada beberapa produsen rokok yang juga melakukan pengembangan bakat di cabang olah raga bulu tangkis.
"Mari kita kedepankan kepentingan terbaik untuk anak itu tidak hanya dari PP, karena PP juga buatan manusia, dan bisa saja salah," katanya.
[Gambas:Video CNN] (fra/arh)