Wiranto: 835 Mahasiswa Pulang ke Papua karena Hoaks

CNN Indonesia | Senin, 09/09/2019 19:58 WIB
Wiranto: 835 Mahasiswa Pulang ke Papua karena Hoaks Menko Polhukam Wiranto menegaskan bahwa eksodus mahasiswa Papua karena kabar bohong. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto menyatakan eksodus 835 mahasiswa asal Papua dan Papua Barat akibat dari provokasi dan informasi bohong. Ia mengatakan ada pihak yang menyebar isu bahwa mahasiswa Papua-Papua Barat yang mengenyam pendidikan di luar daerahnya akan menerima tekanan dan ancaman.

"(Eksodus) ini akibat dari adanya provokasi, akibat adanya informasi yang tidak benar," ujar Wiranto di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Senin (9/9).

Wiranto menuturkan isu tekanan dan ancaman terhadap mahasiswa yang berasal dari Papua-Papua Barat adalah kabar bohong. Ia berkata isu telah dibantah langsung oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto saat berdialog dengan mahasiswa yang telah melakukan eksodus.


Dalam kesempatan itu, ia mengklaim mahasiswa dan orang tuanya menyesal telah mempercayai berita bohong dan berharap bisa kembali melanjutkan kembali pendidikannya.
Selain karena provokasi dan hoaks, ia menyampaikan eksodus mahasiswa Papua-Papua Barat terjadi karena adanya imbauan dari Majelis Rakyat Papua (MRP) saat kerusuhan melanda Papua-Papua Barat pada 23 Agustus 2019. Namun, ia mengklaim MRP telah mencabut imbauan itu.

"Yang menarik adalah, 9 September ini dari MRP memberikan seruan bagi mahasiswa Papua di semua kota studi di wilayah NKRI untuk tetap melanjutkan studi. Yang belum kembali, jangan kembali, lanjutkan studi," ujarnya.

Adapun mahasiswa yang telah kembali ke Papua-Papua Barat, ia berkata MRP mengimbau untuk segera kembali ke daerah tempatnya mengenyam pendidikan. Wiranto mengatakan jumlah mahasiswa yang telah melakukan eksodus cukup banyak, yakni 835 orang.
"Dan Panglima TNI sudah menjanjikan agar tidak ada kesulitan transportasi, beliau telah menyediakan dua Hercules C130 untuk mengangkut adik-adik kita, anak-anak kita kembali ke studi," ujar Wiranto.

Lebih dari itu, Wiranto bakal menganjurkan pejabat pemerintahan hingga aparat di daerah untuk menjadikan sejumlah mahasiswa dari Papua-Papua Barat sebagai anak asuh. Hal itu dilakukan agar mahasiswa tersebut merasa nyaman.

"Di mana pun mereka berada, mereka menjadi keluarga besar Indonesia. Tidak terisolir, tidak eksklusif," ujarnya.
[Gambas:Video CNN] (jps/ain)