Hamdan Zoelva: Seluruh Keluarga di Ruangan Habibie

CNN Indonesia | Selasa, 10/09/2019 16:20 WIB
Hamdan Zoelva: Seluruh Keluarga di Ruangan Habibie Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Hamdan Zoelva. (CNN Indonesia / Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Hamdan Zoelva tak bisa masuk ke ruang perawatan Bacharuddin Jusuf Habibie di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Selasa (10/9). Hal ini menurut Hamdan, karena seluruh anggota keluarga Presiden ke-3 Indonesia tersebut sedang berada di ruang perawatan.

"Saya tadi enggak bisa masuk karena keluarga semua yang ada di dalam. Kita doakan saja semua semoga Pak Habibie mendapatkan kemudahan untuk sembuh, cepat disembuhkan Allah dan bisa pulih kembali," kata Hamdan saat keluar pintu pengunjung Paviliun Kartika RSPAD Gatot Subroto.

Hamdan mengaku hanya bisa menyaksikan Habibie dari jendela kaca yang menembus ruang perawatan. Habibie disebutnya masih terbaring dengan beberapa alat terpasang di tubuhnya. Presiden ke-3 RI itu belum bisa berkomunikasi.


B.J. Habibie dirawat di Cerebro Intensive Care Unit (CICU) Paviliun Kartika di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.
Sejumlah tokoh yang pada Selasa (10/9), tampak hadir menjenguk B.J. Habibie di antaranya Presiden ke-6 Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono, anggota Dewan Pertimbangan Presiden Subagyo Hadi Siswoyo, Menteri Kesehatan Nila Moeloek dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Mayoritas tokoh-tokoh itu enggan memberi komentar usai menjenguk Habibie. Hanya Anies Baswedan yang keluar melalui pintu umum pengunjung Paviliun Kartika.

Menurut Anies, Habibie dalam kondisi yang berat. Tapi ia meminta seluruh pihak mendoakan kesembuhan B.J. Habibie.

"Kondisinya memang dokter yang bisa menjelaskan secara detail. Tapi memang berat dan kita mendoakan semoga Allah menurunkan mukjizatnya biar semua ikhtiar manusia ini menemukan hasilnya, sehingga Pak Habibie bisa kembali sehat," kata Anies.
Anies menuturkan tidak bisa berkomunikasi langsung dengan Habibie. Kondisi menteri riset dan teknologi era Soeharto itu disebut tidak bisa berkomunikasi dan seperti sedang tertidur. Hanya saja, kata Anies, Habibie dalam keadaan sadar dan bisa mendengar.

Sementara Ketua Tim Dokter Kepresidenan (TDK) Prof. dr. Azis Rani melalui keterangan resmi pada Senin (9/9) menyebutkan Habibie masuk RSPAD sejak 1 September 2019. Ia ditangani tim dokter spesialis dengan berbagai bidang keahlian, seperti jantung, penyakit dalam, dan ginjal.

"Dalam perawatan sekarang diperlukan pengobatan yang komprehensif, mencakup berbagai gangguan organ yang terjadi," kata dr. Azis Rani dalam keterangan tertulis, Senin (9/9). Kata Azis, Habibie masih dalam pengawasan ketat dan harus banyak beristirahat.
Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siroj mengungkapkan rasa prihatin saat mendengar kondisi kesehatan B.J. Habibie. Kendati begitu ia mengaku belum menerima informasi detail mengenai kondisi kesehatan Habibie.

"Kalau penyakit kan sudah penyakit lama itu, kemarin agak serius, katanya gitu," kata Said Aqil saat ditemui di Gedung PBNU, Jakarta, Senin (9/9).

Ia mengutarakan rencana untuk menjenguk B.J. Habibie namun tak merinci waktunya. "Insyaallah," kata Said. Menurut dia, negara ini masih membutuhkan gagasan dan pemikiran Habibie. Itu sebab ia mengajak seluruh masyarakat ikut mendoakan kesembuhan Habibie.

"Saya tidak lain hanya mengajak berdoa kepada Allah mudah-mudahan diberi kesehatan kembali, panjang umur bersama-sama dengan kita, masih kita butuhkan kecerdasannya dan ide-ide cemerlangnya adalah aset bangsa yang luar biasa."

[Gambas:Video CNN] (ika/wis)