Jokowi Atur Waktu Terbang ke Papua

CNN Indonesia | Selasa, 10/09/2019 14:53 WIB
Jokowi Atur Waktu Terbang ke Papua Presiden Jokowi akan berkunjung ke Papua paling tidak Oktober. (FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku masih mengatur waktu untuk bisa segera terbang ke Papua. Jokowi berharap bulan ini atau Oktober bisa kembali menjejakan kaki di Bumi Cendrawasih.

Hal itu Jokowi sampaikan dalam pertemuan dengan perwakilan tokoh Papua dan Papua Barat di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/9).
"Saya ini masih mengatur waktu untuk bisa segera ke Papua lagi, tapi juga belum. Mungkin kalau saya akan berusaha bulan ini ke sana, tapi kalau meleset di Oktober," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan dalam kunjungannya itu dirinya ingin meresmikan Jembatan Holtekamp atau Jembatan Merah, di Jayapura.


Selain itu, ia juga ingin melihat perkembangan pembangungan Jalan Trans Papua yang dikerjakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
"Karena saya ingin meresmikan Jembatan Holtekamp. Dan juga jalan Jalan Trans Papua yang sudah diselesaikan oleh Kementerian PU saya akan cek," ujarnya.

Sebelumnya, Jokowi memang ingin berkunjung ke Papua setelah gejolak terjadi di Papua dan Papua Barat usai tindakan rasial mahasiswa Papua di Surabaya, Jawa Timur. Namun, rencana itu belum terlaksana hingga hari ini.

Staf Khusus Presiden Kelompok Kerja Papua Lenis Kogoya mengatakan Presiden Joko Widodo terancam gagal meresmikan Jembatan Holtekamp atau Jembatan Merah.
Rencananya, Jokowi bakal terbang ke Papua untuk meresmikan jembatan sepanjang 433 meter yang dibangun dengan anggaran Rp1,3 triliun, pada awal September 2019.

"Enggak bisa diresmikan. Pak presiden tanya saya, kapan diresmikan? (Saya bilang) ada masalah. Ini yang masih bikin masalah sekarang," kata Lenis di Kantornya, Jakarta, Jumat (30/8).

Menko Polhukam Wiranto meminta tak ada pihak-pihak yang mendorong Jokowi mengunjungi Papua guna meredakan ketegangan atas serangkaian demonstrasi yang berujung ricuh. Menurutnya, Jokowi akan tetap datang ke Papua meski tak ada pihak yang menyuruh.

[Gambas:Video CNN]

(fra/arh)