Kebakaran hutan secara meluas terjadi di sejumlah wilayah. Bertepatan dengan kemarau panjang, kebakaran hutan terjadi di wilayah Riau, Sumatra Selatan, Jambi, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalbar, dan Kalimantan Timur.
Sebelumnya ada tiga korporasi yang telah ditetapkan sebagai tersangka yakni PT SSS oleh Polda Riau, PT Palmindo Gemilang Kencana oleh Polda Kalimantan Tengah, dan PT SAP oleh Polda Kalimantan Barat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dedi menjelaskan korporasi-korporasi menjadi tersangka karhutla karena tidak bertanggung jawab atas hak penguasaan lahan yang sudah diberikan. Dedi menyebut perusahaan bisa dipidanakan karena ada unsur kelalaian. Ia pun mengatakan korporasi juga bisa dikenakan sanksi administrasi.
Selain itu Dedi mengatakan dari total 175 tersangka yang ditetapkan terdapat 21 kasus yang telah dilimpahkan ke kejaksaan.
Diberitakan sebelumnya, kabut asap diketahui masih menyelimuti sejumlah daerah. Puluhan siswa SD Negeri 153 Kecamatan Sukajadi, Kota Pekanbaru Riau, terserang infeksi saluran pernafasan akut atau ISPA karena asap yang semakin pekat.
Asap turut memperpendek jarang pandang di kota tersebut. "Sempat turun ke 800 meter pada pukul 08.00 WIB," kata Staf Analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Sanya Gautami.
Di Sumatra Selatan, sejumlah wilayah di Sumatra Selatan juga dirundung kabut asap tebal tak berkesudahan. Kondisi ini terjadi usai 13 hari Sumsel tak diguyur hujan.
Beberapa titik panas kabut asap di Palembang terjadi di 6 kecamatan di Ogan Komering Ilir yakni Air Sugihan, Pampangan, Tulung Selapan, Pedamaran, Cengal, dan Pematang Panggang. Serta titik api dari Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin.
[Gambas:Video CNN] (ani/ain)