Hal itu ia sampaikan untuk menyikapi pernyataan Kapolri Jendral Tito Karnavian soal Benny yang sengaja memancing kerusuhan di Papua agar dilirik dunia internasional pada sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bulan ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Satya meminta agar pihak-pihak luar untuk berhenti memprovokasi memprovokasi masyarakat Papua. Ia mencontohkan manuver politik Benny Wenda kini sedang menggalang dukungan pihak internasional yang sudah dalam tahap mengancam kedaulatan NKRI.
Ketua ULMWP Benny Wenda disebut kerap memprovokasi masalah Papua di dunia internasional. (Dok. The Office of Benny Wenda) |
"Benny Wenda sudah bukan WNI sehingga dalam aspek politik luar negeri Indonesia, saya khawatir terkait apa yang dilakukannya karena masih ada gerakan itu," ungkapnya.
Guna meredam gejolak di Papua, Setya mengatakan harus ada sikap saling percaya antara masyarakat Papua dengan pemerintah. Salah satu bentuk kepercayaan itu tertuang dalam dana otonomi khusus (otsus) yang digelontorkan pemerintah seharusnya disambut dengan rasa persaudaraan yang besar dari masyarakat Papua.
Di tempat yang sama, Ketua Badan Kehormatan DPD RI Mervin S Komber mengatakan perlu ada penyempurnaan dana otsus Papua agar kesejahteraan bisa terus dirasakan masyarakat di sana.
"UU Otsus ini muncul karena keinginan masyarakat dan semua diatur, misalnya bagaimana di bentuk Majelis Rakyat Papua (MRP) sehingga Otsus diletakkan sejalan dengan adat yang berlaku di Papua," kata Mervin.
Mantan Presiden Timor Leste Jos Manuel Ramos Horta merupakan salah satu tokoh yang memperjuangkan referendum yang membuat negaranya berpisah dari Indonesia pada 2002. (adhi wicaksono) |
Semisal, dia mengusulkan agar pemerintah daerah mengeluarkan Peraturan Daerah Provinsi (Perdasi) dan Peraturan Daerah Khusus (Perdasus), serta terkait Komite Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR).
(rzr/arh)
Ketua ULMWP Benny Wenda disebut kerap memprovokasi masalah Papua di dunia internasional. (
Mantan Presiden Timor Leste Jos Manuel Ramos Horta merupakan salah satu tokoh yang memperjuangkan referendum yang membuat negaranya berpisah dari Indonesia pada 2002. (