"Kita sangat kehilangan sosok anak bangsa yang jenius, sosok pemimpin yang mengayomi," ujar Cak Imin melalui keterangan, Rabu (11/9).
Habibie diketahui meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto pada pukul 18.05 WIB sore tadi usai menjalani perawatan intensif sejak 1 September lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya minta semua kader PKB berkirim doa dan surat Alfatihah, khususon ila BJ Habibie. Semaga amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT, amin," katanya.
Lihat juga:BJ Habibie Meninggal Dunia di RSPAD Jakarta |
"Kepribadian, kesederhanaan, dan kejeniusan almarhum BJ Habibie ini harus dijadikan teladan bagi anak-anak bangsa, khususnya bagi para muda di era milienial ini. BJ Habibie adalah penyayang keluarga," tegas Cak Imin.
Sebelumnya, Habibie dikabarkan meninggal dunia pada pukul 18.05 WIB di RSPAD Gatot Subroto. Penyebab meninggal ini disebut karena faktor usia dan jantung yang sudah berhenti beraktivitas.
"Bapak sudah tidak ada pada pukul 18.05 WIB," ujar putra Habibie Thareq Kemal, rabu (11/10).
Habibie sebelumnya dirawat di ruang Cerebro Intensive Care Unit (CICU) Paviliun Kartika RSPAD sejak 1 September 2019.
Ketua Tim Dokter Kepresidenan (TDK) Prof. dr. Azis Rani melalui keterangan resmi pada Senin (9/9) menyebutkan Habibie ditangani tim dokter spesialis dengan berbagai bidang keahlian, seperti jantung, penyakit dalam, dan ginjal.
Pemerintah menetapkan berkabung nasional selama tiga hari sampai Sabtu (14/9).
"Jadi kita menetapkan berkabung nasional selama tiga hari. Jadi nanti (hari ini) sampai tanggal 14 September," kata Menteri Sekretaris Negara Pratikno, di Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta.
[Gambas:Video CNN] (tst/bmw)