Presiden ke-3 Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie meninggal di RSPAD Gatot Soebroto pada pukul 18.05 WIB, Rabu (11/9).
"Yang membekas itu bahwa dia [Habibie] menunggu sampai semua datang. Anaknya baru datang, lalu cucu-cucunya datang. Termasuk cucu yang laki-laki di Amerika," kata Sri di depan pintu masuk-keluar pengunjung Paviliun Kartika RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (11/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Susah kalau dijelaskan. Semua itu... Bapak itu selalu mendorong, yang memberikan semangat kepada kita. Itu beliau. Perhatiannya, kepada adik-adiknya," kata anak ke-6 dari delapan bersaudara itu.
Sepanjang tiga hari belakangan, Habibie disebut tak lagi mampu berbicara. Beberapa komunikasi dilakukan menggunakan bahasa isyarat atau gestur tubuh.
BJ Habibie tutup usia pada 83 tahun. Habibie meninggalkan dua anak, yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal. Sementara istrinya, Hasri Ainun Besari telah meninggal dunia pada 2010 di Jerman.
Ketua Tim Dokter Kepresidenan (TDK) Prof. dr. menyebut Habibie ditangani tim dokter spesialis dengan berbagai bidang keahlian, seperti jantung, penyakit dalam, dan ginjal.
"Dalam perawatan sekarang diperlukan pengobatan yang komprehensif, mencakup berbagai gangguan organ yang terjadi," kata Azis dalam keterangan tertulis, Senin lalu (9/9)
Pemerintah lalu menetapkan berkabung nasional selama tiga hari sampai Sabtu (14/9).
"Jadi kita menetapkan berkabung nasional selama tiga hari. Jadi nanti (hari ini) sampai tanggal 14 September," kata Menteri Sekretaris Negara Pratikno, di Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta.
[Gambas:Video CNN] (ika/bmw)